Monday, October 24, 2016

TOP of Europe - Jungfraujoch, Swiss




Top of Europe-Jungfraujoch, Swiss

Saat pertama kali berencana liburan ke Swiss, saya hanya tahu tentang pegunungan Alpen dan Mount Tittlis di Swiss. Apalagi kebanyakan paket tur ke Swiss hanya menawarkan ke Mount Tittlis untuk pengalaman melihat dan menyentuh salju. 

Waktu mulai gugling, saat itulah saya baru tau kalau Alpen itu bukan hanya terdiri dari satu gunung tetapi merupakan rangkaian pegunungan yang tersebar dari barat ke timur Swiss, utara ke selatan Swiss bahkan ada beberapa gunung yang sambung menyambung sampai ke pegunungan di negara tetangga seperti gunung Mont Blanc yang sebagian berada di Perancis dan juga Italy *hahaha ketauan tidur pas geografi X_X

Matterhorn, salah satu dari gunung Alpen. Pic dr myswitzerland.com

Setelah mengetahui sedikit tentang pegunungan Alpen, barulah saya mendengar tentang Jungfrau. Jungfrau merupakan salah satu puncak gunung dari Bernese Alps. Jungfrau yang berada di ketinggian 4158m di atas permukaan laut terletak diantara kota Lauterbrunnen dan Fieschertal. Lauterbrunnen sendiri merupakan kota kecil yang masuk wilayah Bern sedangkan Fieschertal termasuk wilayah Valais. Bersama-sama dengan Eiger dan Monch, Jungfrau seakan-akan membentuk dinding yang menghadap ke Bernese Oberland dan dataran Swiss yang menghasilkan pemandangan menakjubkan.

Kita bisa melihat pemandangan spektakuler dan unik dari Jungfraujoch, Top of Europe. Eh…kok tadi saya hanya menyebut Jungfrau trus sekarang menyebut Jungfraujoch?? Memang apa bedanya?? Jadi ternyata nih…Jungfrau dan Jungfraujoch merupakan 2 nama yang berbeda. Jungfrau merupakan nama puncak gunung dari Bernese Alps sedangkan Jungfraujoch bisa dikatakan daerah yang menyambungkan puncak Jungfrau dan Monch. *bener gak sih?balik nanya hehehe
 
Kereta menuju Jungfraujoch
Jadi hati-hati yaa…jangan sampai salah seperti saya. Saya sampai kena omel sama bule-bule di forum travelling karena selalu salah sebut. Yaa maaf…pegunungan di Indonesia aja gak apal, gimana mau tau pegunungan di Swiss sana *cari pembelaan padahal emang gak lulus geografi hahahah

Trusss…kamu pasti mikir…kan sama-sama di daerah Jungfrau ini…apa bedanya dong? Hihihi…saya juga awalnya mikir gitu. Saya pikir kalau ke Jungfrau artinya sama aja ke Jungfraujoch dan ternyata….saya kembali salah kawan-kawan…*pantesan kena omel ama bule-bule traveller itu hihihi.
 
Letak Jungfraujoch dikelilingi oleh gunung-gunung
Ternyata nih…Jungfrau hanya diperuntukkan untuk pemain ski berpengalaman atau minimal sudah ada dasar karena tingkat kecuraman gunung saljunya yang hanya cocok untuk para pemain ski handal.  Kalau kamu seperti saya yang pakai papan ski aja belum becus…jangan memaksakan diri ke Jungfrau daripada kamu kecewa.

Alternatifnya…kita bisa ke Jungfraujoch yang terletak di ketinggian 3466m diatas permukaan laut dan mempunyai statiun kereta tertinggi di Eropa. Stasiun kereta ini merupakan salah satu daya tarik wisata Jungfraujoch. Jika biasanya kita naik cable car untuk sampai ke puncak gunung…maka kita bisa naik kereta menembus gunung salju untuk sampai ke Jungfraujoch.
 
Jungfraujoch dari luar. Pic dari Jungfraujoch
Untuk dapat menaiki kereta ke Jungfraujoch, saya harus merogoh kocek CHF 176 atau sekitar 2,4 juta per orangnya  dengan kurs Swiss Franc saat ini. Harga tersebut bisa diskon sebesar 25% jika kita memiliki Swiss Pass dan diskon 50% jika kita memiliki half fare card. Harga tiket kereta ini sangat mahal untuk ukuran kantong saya tapi karena berpikir kalau ini merupakan pengalaman yang belum tentu bisa saya lakukan lagi maka sayapun menutup mata dan membeli tiketnya *tepatnya suami yang menutup mata hahahaha *tiba-tiba berharap menjadi blogger yang dibayar pake Euro

Kita bisa menginap di kaki gunung Jungfrau agar memudahkan untuk pergi ke Jungfraujoch. Ada beberapa desa seperti Grund, Lauterbrunnen, Interlaken atau Grindewald *seperti nama desa Harry Potter* yang dapat menjadi pilihan untuk menginap. Saya sendiri menginap di Grund tapi saya lebih menyarankan untuk tinggal di Grindewald atau Lauterbrunnen karena lebih ramai dan dekat tempatnya sehingga lebih mudah mendapatkan makanan dan lain-lain.

Saya memulai perjalanan dari stasiun Grund yang sudah berada di jalur kereta ke Kleine Scheidegg. Kleine Scheidegg merupakan stasiun tempat kita berpindah  kereta biasa ke kereta khusus berwarna merah dan bertuliskan Jungfraujoch. Sempat hujan gerimis saat saya sampai di stasiun Kleine Scheideg sehingga kami buru-buru untuk pindah kereta. Udara yang dingin ditambah hujan gerimis membuat jalanan menjadi licin. Hal ini sempat membuat ibu saya tergelincir jatuh. Bersyukur tidak terjadi apa-apa dengan ibu saya sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan ke Jungfraujoch.
 
Stasiun Kleine Scheidegg. pic dari Jungfrau.ch
Dibutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk sampai dari stasiun Kleine Scheidegg hingga ke Jungfraujoch. Dari stasiun Kleine Scheidegg, kereta berjalan terus ke arah atas dan berhenti di Eigergletscher di ketinggian 2320m diatas permukaan laut. Kita akan disuguhi pemandangan cantik dataran Swiss dan juga pegunungannya sepanjang perjalanan dari Kleine Scheidegg ke Eigergletscher. Kita bisa turun untuk sementara waktu di sini dan melanjutkan perjalanan ke Jungfraujoch dengan kereta selanjutnya.
 
View sepanjang perjalanan menuju Jungfraujoch. pic dari myswitzerland.com
Sayangnya, saya tidak sempat singgah karena khawatir cuaca bertambah buruk. Maklum saja, saya datang saat bulan oktober yang sudah memasuki musim gugur sehingga cuaca seringkali mendung dan hujan. Sebenarnya kita bisa mengecek keadaan cuaca di Jungfraujoch secara Live melalui webcam di website www.jungfraujoch.ch. Namun waktu itu tidak sempat kami cek. Kami hanya bisa berharap-harap cemas dan berdoa semoga cuaca akan cerah saat kami sampai karena mahalnya tiket kereta untuk naik ke Jungfraujoch *nasib yang gajinya rupiah X_X
 
Hasil dari live webcam Jungfraujoch.ch
Perjalanan melalui terowongan menembus gunung dilanjutkan kembali menuju ke stasiun Eigerwand di ketinggian 2865m diatas permukaan laut. Tempat ini tidak tepat disebut stasiun karena hanya ada platform untuk bisa melihat sejenak melalui kaca besar menembus gunung. Kita diberikan waktu 5 menit untuk singgah di stasiun Eigerwand ini.
 
Pemandangan ke arah luar dari stasiun Eismeer
Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali ke stasiun Eismeer di ketinggian 3160m diatas permukaan laut. Hal yang sama terjadi di sini. Kita diberikan waktu 5 menit untuk melihat-lihat melalui kaca besar dan pastinya selfie dengan latar belakang pegunungan bersalju. Kita tidak diperkenankan untuk tinggal dan menunggu kereta selanjutnya di kedua stasiun ini. Perjalanan naik kereta kemudian dilanjutkan ke stasiun Jungfrau Joch, TOP of Europe.
 
Stasiun Eismeer
Langsung tercium semerbak wangi coklat dan kopi panas yang menggoda iman saat tiba di stasiun Jungfrau Joch. Yang berencana diet pasti langsung gagal total. Udara yang -7 celcius sungguh membuat hati ini tidak kuat menahan godaan wangi coklat panas. Tangan yang tadinya sempat mati rasa karena perubahan temperatur jadi mulai terasa lagi setelah menggenggam secangkir coklat panas. Apalagi menikmati coklatnya sambil memandang lautan salju diluar sana. Ahhhh… indahnya ciptaan Tuhan.
 
Pemandangan dari cafetaria
Di sini juga terletak toko souvenir tempat kita bisa berbelanja pisau Victorinox yang terkenal dengan harga lebih terjangkau. Tidak hanya pisau seperti kepunyaan McGyver yang multi fungsi tapi ada juga pisau daging, pisau buah dan lain-lain yang terkenal akan ketajamannya dan sangat mahal di Indonesia . Pisau tersebut bisa diperoleh disini dengan harga yang lebih terjangkau.

Masih banyak pilihan souvenir standar lainnya seperti gantungan kunci, magnet kulkas, piring hiasan dan lain-lain. Kita juga bisa membeli baju perlengkapan musim dingin jika perlengkapan kita saat itu terasa tidak cukup. Saya sempat membeli pisau daging warna pink tapi sayangnya, pisau itu tersimpan di koper kabin dan lupa dipindahkan ke koper bagasi sehingga disita oleh petugas bandara Paris *pengalaman berharga *cry

Kita kemudian diarahkan untuk mengikuti jalur hingga ke atraksi pertama yaitu The Jungfrau Panorama. Di atraksi pertama ini, selama 4 menit kita akan disuguhi pemandangan 360 derajat sekeliling Jungfraujoch melalui layar raksasa di sekeliling kita. Kita akan merasa seperti melihat secara langsung pemandangan tersebut. Film ini lumayan keren untuk bisa membayangkan keadaan sekeliling Jungfraujoch tanpa harus kedinginan di luar sana.
 
Pemandangan dari Sphinkx terrace
Selanjutnya, kita dibawa menaiki lift setinggi 117m keketinggian 3571m diatas permukaan laut. Di sini terletak Sphinkx terrace/observatory dan kita bisa melihat pemandangan spektakular secara 360 derajat ke sekeliling Jungfraujoch. Kita bisa memilih untuk melihat dari kenyamanan ruangan yang mempunyai kaca super besar atau di luar ruangan sambil merasakan dinginnya udara. Bahkan di hari yang cerah kita bisa melihat sampai ke gunung Vosges di Perancis dan gunung Black Forest di Jerman. *mungkin nama kue black forest diambil dari nama gunung di Jerman ini yaa?? hahahaha


Pemandangan ke arah Aletsch glacier

Sayangnya, cuaca yang kurang bersahabat dan angin yang sangat kencang membuat pandangan menjadi kurang jelas. Saya hanya bisa melihat hamparan salju di sepanjang mata memandang dikejauhan termasuk ke arah Aletsch glacier. Puncak-puncak gunung lainnya juga terlihat di kejauhan namun saya tidak bisa membedakan puncak gunung yang satu dan lainnya. Saya tidak berlama-lama berdiri di sphinkx terrace ini. Udara -7 derajat celcius dan angin yang sangat kencang membuat muka dan tangan seperti mati rasa walaupun matahari bersinar dengan terik.
 
Rambut saya yang sudah seperti megaloman karena angin yang sangat kencang
Kami kemudian melanjutkan tour dan turun ke bawah. Disini kita diberikan 2 (dua) pilihan jalan apakah ingin merasakan sensasi permainan musim dingin atau langsung melihat Alpine sensation dan Ice Palace. Kami memilih untuk mencoba permainan musim dingin dulu.

Banyak pilihan permainan yang bisa dipilih. Apakah kita mau bermain berbagai macam kereta luncur, meluncur menggunakan ban super besar, snowboarding atau bermain ski. Saya lebih memilih mencoba permainan kereta luncur salju dibandingkan bermain ski karena terbatasnya waktu yang kami miliki. Dengan biaya sekitar 500 ribu perorang, kita dapat mencoba 3 alat permainan salju sampai puas.
 
Permainan musim dingin
Biaya yang kurang lebih sama dikeluarkan jika kita ingin snowboard atau bermain ski. Sayangnya, biaya itu tidak termasuk biaya pelatih sehingga jika ingin mencoba bermain ski, kita harus mencoba belajar sendiri cara meluncur dan jatuh yang baik dan benar. *kalau mau jatuh…masih sempat ingat gak yahh cara jatuh yang benar hahaha

Hal yang paling menyebalkan saat bermain ski atau permainan musim dingin lainnya yaitu saat harus menggotong alatnya untuk kembali ke keatas. Kebayangkan… gimana malasnya harus menggeret alat itu keatas. Untungnya disini disediakan escalator yang bisa membawa kita dan alat permainan salju untuk kembali ke atas tanpa bersusah payah. Lumayan deh jadinya menghemat tenaga *dasar pemalesan hahaha.
 
Eskalator untuk membawa peralatan naik keatas
Walaupun kita diberikan waktu sepuasnya tapi saya sudah menyerah dalam 2 jam. Bukan karena kecapean bermain kereta luncur salju tapi karena kedinginan. Tulang saya seperti membeku walaupun saya sudah memakai baju 3 lapis. Buat kamu yang ingin mencoba olahraga atau permainan musim dingin ini sebaiknya memakai baju yang mumpuni atau jaket khusus musim dingin sehingga tidak akan terganggu oleh udara dingin. Jangan seperti saya yang berpikir karena sudah memakai dalaman long john dan sweater wool sehingga cukup pakai jaket fashion saja *yang penting gaya di foto wkakakaka

Ada kejadian lucu saat kami mencoba permainan musim dingin ini. Saat lagi bingung ingin mencoba permainan yang mana, tiba-tiba ada orang yang meminjam alat adik saya memakai bahasa Indonesia. Maklum saja, sampai saat itu kami tidak pernah mendengar orang yang ngobrol dalam bahasa Indonesia. Berbeda sewaktu kami pergi ke Mount Tittlis yang ramai dengan turis Indonesia *untung gak gossipin dia yaa wkakaka

Ternyata dia sudah bekerja di perusahaan susu terkenal di Swiss selama setahun dan tinggal di kota Bern. Membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari kota Bern hingga sampai ke Jungfraujoch. Menurut dia, Jungfraujoch sangat terkenal di turis-turis Eropa dan merupakan salah satu destinasi wajib bagi turis Eropa tapi tidak untuk turis Indonesia. Entah mengapa Jungfraujoch tidak seterkenal Mount Tittlis. Mungkin karena tidak banyak dipromosikan oleh paket wisata di Indonesia.

Setelah kedinginan bermain permainan musim dingin, kami melanjutkan acara tour ke Alpine sensation. Disini terdapat bola salju besar yang menggambarkan suasana di Swiss. Selanjutnya dengan memakai travelator, kita dibawa menelusuri masa lalu dan kini dari wisata di wilayah Jungfrau. Disini kita bisa melihat bagaimana awal pembangunan rel kereta hingga sampai di Jungfraujoch.
 
Snow ball yang menggambarkan suasana swiss
Ternyata pembangunan terowongan menuju ke Jungfrau sudah dimulai dari tahun 1898 dan memakan waktu selama 16 tahun. Pembangunan ini menelan biaya 16 juta swiss franc atau setara 216 milyar rupiah. Terus terang, saya kagum dengan visi pemimpin Negara Swiss. Pada masa itu sudah terpikirkan untuk membangun stasiun tertinggi di Eropa demi memudahkan orang-orang untuk naik ke Jungfraujoch dan menikmati pemandangan spektakuler.

Sekarang mereka bisa menikmati hasilnya dengan ramainya turis-turis yang datang dari seluruh penjuru dunia. Turis-turis yang rela mengeluarkan biaya cukup mahal demi bisa mengalami sensasi naik kereta dan melihat pemandangan spektakuler ini*saya sebenarnya gak rela sih hahaha. Saya berharap semoga pemimpin Indonesia juga mempunyai visi yang jauh ke depan dan tidak hanya untuk saat ini saja *ehh..kok jadi politik sih wkakaka
 
Sejarah pembangunan Jungfraujoch


Tour kemudian dilanjutkan ke Ice Palace. Ice palace berisi patung-patung yang terpahat dari es. Ada banyak patung dari es yang bisa kita lihat disini. Ice palace ini dimulai dari tahun 1934 saat 2 orang petunjuk arah di gunung mulai memahat goa-goa di gunung salju ini. Ruangan ini membutuhkan pendingin ruangan khusus untuk mencegah patung-patung es tersebut meleleh karena banyaknya pengunjung yang datang.
 
Ice palace
Selain patung-patung es, ada beberapa benda unik yang memang sengaja di tanam di dalam es. Salah satunya boneka Ice Age yaitu Scrat. Kalau kamu masih ingat dengan film Ice Age, Si Scrat ini selalu sibuk dengan biji pohon eknya. Terlihat pas sekali boneka Ice Age berada di dalam Ice Palace itu.
 
Karakter Ice age


Keluar dari Ice palace, kita bisa memilih untuk lanjut makan di beberapa restaurant yang ada atau ke toko coklat Lindt. Kami memilih untuk mengisi perut dulu yang sudah protes berat baru melanjutkan jalan-jalan. Kami memilih mencoba makanan Swiss di restaurant Crystal. Masih ada pilihan restauran Bollywood yang menyediakan makanan india dan juga restaurant Aletsch yang bisa kita ambil sendiri makanannya.

Di restaurant Crystal, kami mencoba cheese fondue yang merupakan makanan khas Swiss dan juga memesan steak. Daging steaknya sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging sehingga kita bisa merasakannya lumer di dalam mulut. Kita bisa mencelupkan potongan roti dan kentang di dalam cheese fonduenya. Cukup mengenyangkan. Makan siang kami ditutup dengan secangkir coklat panas. Bersyukur rasa makanannya enak sehingga saya tidak perlu sakit hati melihat tagihannya yang menyesakkan dada X_X
 
Makan siang di Restauran Jungfraujoch
Ada beberapa tips untuk teman-teman yang berencana menghabiskan masa liburan ke Swiss dan ingin ke Jungfraujoch, yaitu:
  1. Tinggallah di kota-kota terdekat dengan Jungfraujoch sehingga menghemat waktu tempuh dan anda bisa menghabiskan waktu seharian disana
  2. Jika anda berangkat sebelum jam 8 pagi maka anda bisa mendapatkan tiket kereta dengan harga yang lebih murah untuk naik ke Jungfraujoch dari desa terdekat
  3. Jika anda memilih untuk tinggal di kota yang jauh dari Jungfraujoch maka usahakan naik kereta pertama karena waktu tempuh yang lumayan lama
  4. Gunakan Swiss pass atau half fare card untuk mendapatkan potongan diskon pembelian tiket kereta
  5. Gunakan pakaian musim dingin yang cukup mumpuni walaupun anda datang di musim panas. Jangan lupa gunakan kaos tangan agar tangan tidak mudah mati rasa. Gunakan baju beberapa lapis jadi bisa menyesuaikan dengan keadaan cuaca di Jungfraujoch
  6. Cek Live webcam yang tersedia di website Jungfraujoch agar anda bisa mengetahui keadaan cuaca diatas sana
  7. Ibu hamil dan anak-anak dibawah 2 tahun sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan naik ke Jungfraujoch


Walaupun biaya yang dibutuhkan cukup mahal tapi pengalaman ke Jungfraujoch merupakan pengalaman unik yang tak terlupakan dan worth every penny. Naik kereta menembus gunung ke stasiun tertinggi di Eropa merupakan sensasi tersendiri. 

Melihat salju sejauh mata memandang dan juga bermain permainan musim dingin merupakan pengalaman yang berharga dan seru. Maklum saja, sebagai seseorang yang tinggal di iklim tropis, melihat dan bermain salju merupakan wish list tersendiri.













78 comments:

  1. Aaw mba siriiik banget..suka banget liat view kereta n bukit bunga gitu..mulai nabung nh kayanya bt trip europe juga, makasih tipsnya ya mba..

    Ig: @dreviandrea

    ReplyDelete
  2. wuaaaaahh kerennn banged
    pengennyakayak kak liyaaaaaaa

    ReplyDelete
  3. Aaaah keren.. Tadi juga kepikiran gimana bangun semua fasilitas yang ada. Emang keren ya.. Indonesia ngga kalah keren sebenarnya kalo pemerintahnya lebih mikirin kemajuan negaranya daripada kepentingan pribadi 😁😁

    ReplyDelete
  4. Cantik bener tempatnya mbak. Aaaaakk pengen ngerasain yang namanya salju juga :D

    ReplyDelete
  5. Wuih... Mupengnya mau kesana juga ^^

    ReplyDelete
  6. Ahh... Salah satu wishlist saya sebelum usia 40. Menginjakkan kaki ke Swiss.. 😊 -@eleora_celysta

    ReplyDelete
  7. OMG kereeeen!! Dulu sempet mo ngintil nyokap ke Swiss tapi gagal karena kuliah lagi UTS, daan sampe sekarang ngga pergi2. Itu si tupai ice age lucuk banget ya! Duuh semoga deh kesampaian bisa megang2 salju & norak2an di Swiss hihihi XD

    ReplyDelete
  8. hi mba Lia yg hobby traveling ...salam kenal sy dr IG dg nama akun little_ezon ,
    wahhh sayang ya pas sy kmrn ke swiss ga sempet ke jungfraujoch, ice palace kynya seru bgt ya ni mba...
    huaaaaa next time klo diksh kesempatan ke swiss lg pgn berkunjung ke 2 tmpt td , anyway jgn lupa saos sambel hehehehehh....
    sekian dr saya , mba Lia.

    next time kita bs ngobrol2 lg ya...

    ReplyDelete
  9. hi mba Lia yg hobby traveling ...salam kenal sy dr IG dg nama akun little_ezon ,
    wahhh sayang ya pas sy kmrn ke swiss ga sempet ke jungfraujoch, ice palace kynya seru bgt ya ni mba...
    huaaaaa next time klo diksh kesempatan ke swiss lg pgn berkunjung ke 2 tmpt td , anyway jgn lupa saos sambel hehehehehh....
    sekian dr saya , mba Lia.

    next time kita bs ngobrol2 lg ya...

    ReplyDelete
  10. Masya allah kerennya kak..itu yg rambut megaloman justru plaing epic :D doakan suatu saat saya bisa ke swiss ya kka lia..hihi

    ReplyDelete
  11. hiii.. saya @femylicious kebetulan mampir di blog ini karena ikutan GA nya @liadjabir cmn saya cb klik tab travellingnya ga bisa ya katanya sudah diremove saya pribadi si suka baca2 tentang travelling kali bisa di jadikan referensi... anyway sukses terus ya mbak blognya...

    ReplyDelete
  12. Aaahh, semoga someday bisa kesana juga.. |@lauraineleiwa

    ReplyDelete
  13. Hai mba Lia..salam kenal, aku Yudit.
    Wow...keren tulisannya, mba..lengkap dan enak bacanya..hihii..kayak makanan ya. Foto2nya juga bagus2. Gak heran kalo blog nya jadi juara! ��
    Iihh jadi pengen. Mudah2an aku bisa ngerasain ke Eropa juga kayak mba. Amin. ��
    Mmm..paling gak, mudah2an aku bisa beruntung menangin give away #LiaOktofestGA nya ya mba..hihihii �� #amin
    Sukses terus ya mba ��
    IG ku : @yudit_pardede

    ReplyDelete
  14. Keren banget mom..semoga saya bisa ksna juga..
    Ig @daviyant12

    ReplyDelete
  15. keren bangeeettttt.. nyebutin nama kotanya gimana ya.. jadi mupeng iniii baca postingannya.. :")

    ReplyDelete
  16. hehe tagihan yang menyesakkan dada tapi makanannya memuaskan lidah ya kak
    dan makasih sudah mau berbagi tips kak

    ReplyDelete
  17. Kunjungan balik mbak ;) Wow, trip mu keren bangeet..Aku sudah pernah ke Swiss tapi nggak naik, cuma di Zurich aja waktu itu. Kunjungan ke Ice Palace kereeeen...jadi mupeng pengen kesana ...Yang bagian rambut :D duuh di Eropa ini anginnya kenceng banget..rambut pasti acak2 an

    ReplyDelete
  18. Blognya menginspirasi ya mba jdi pengen ke europe😁 saya ikutan giveawaynya mba @rachmadyta_y

    ReplyDelete
  19. Nice pic. Semoga ada rejeki lg bs kesana lg bawa anak2 πŸ™πŸ™ ig @avegwyn

    ReplyDelete
  20. Keren banget Jungfraujoch..semoga suatu saat bisa ke sana😊😊.. ig: novieshallom

    ReplyDelete
  21. Hi saya sudah ikutan giveawaynya dari IG @princ3ssvina

    ReplyDelete
  22. ah, pengen ke sana jugaa mba..
    IG : shinejuwita

    ReplyDelete
  23. luar biasa mb..foto2 kece2..keren sumpah pengen kesana..ya Allah ..apa mgkn saya bs kesana..😫😫 (ig:and_caitlyn)

    ReplyDelete
  24. Terima kasih sudah berbagi wawasan, sudut pandang, kegigihan, dan semuanya..
    Mb Lia adalah role model baru dalam hidup saya sbgai Ibu yg sedang belajar..
    Mompreneur, blogger, traveller, semuanya luar biasa ����
    IG : @tiostyas

    ReplyDelete
  25. Keren bgt sis ����
    Ig: @epiyee

    ReplyDelete
  26. Blog nya oke mba... Bikin greget mw pegi jg...
    Peginya nae pesawat apa n berapa harganya mba?

    Ig : vikaaripsa

    ReplyDelete
  27. ������,So cool...
    INSTAGRAM = @Ocaputrie

    ReplyDelete
  28. 😍😍😍😍, So cool....
    Instagram = @Ocaputrie

    ReplyDelete
  29. ��������, So cool....
    Instagram = @Ocaputrie

    ReplyDelete
  30. Wah bisa jadi referensi tempat buat jalan jalan keluarga nih. Thanks mbak lia (IG: annekeavrelovey)

    ReplyDelete
  31. Pingin juga kesana,,,
    @nitaanggraini272

    ReplyDelete
  32. Pinginnn juga kesana
    @nitaanggraini272

    ReplyDelete
  33. IG @aqshanpriatna.07 ikutan giveaway juga😊😊

    ReplyDelete
  34. Pingin kesana juga ..saya ikutan giveaway nya
    IG @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  35. Ikutan juga giveaway nya ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  36. Inspirasi bgt😊😊😊 ikutan juga givewaynya

    Ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  37. Ikutan giveaway juga ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  38. Ikutan juga giveaway nya ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  39. Ikutan juga giveaway nya ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  40. Ig aqshanpriatna.07 ikutan giveaway juga����

    ReplyDelete
  41. Ikutan juga giveaway nya ��
    Ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  42. Ikutan juga giveaway ny
    Ig @aqshanpriatna.07
    Semoga saya beruntung������

    ReplyDelete
  43. Ikutan juga giveway nya ig @aqshanpriatna.07

    ReplyDelete
  44. Saya juga ikutan giveaway
    Ig aqshanpriatna.07
    Semoga saya beruntungπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  45. Saya juga ikutan giveaway
    Ig aqshanpriatna.07
    Semoga saya beruntungπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  46. Inspirasi banget.

    Baru pertama masuk blog samapi pusingπŸ˜‚πŸ˜‚

    Ig @aqshanpriatna.07
    Ikutan juga giveaway nya, semoga saya beruntungπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  47. Tips ny dsimpen dulu.. siapa tw ad rezeki berpetualang d swiss...

    Ig : @mythaa_faradisa

    ReplyDelete
  48. Sangat inspiratif sekali ya mbk lia..hobby travelling yg membuat iri sebagian orang karena pengen seperti mbak.
    Terimakasih mbak sudah berbagi pengalaman mbk yg menjadi suatu pandangan dan pengetahuan untuk saya dan pembaca pd umumnya.
    IG : Zurtum_naima
    Sukses selalu mbk :)

    ReplyDelete
  49. Sangat inspiratif sekali ya mbk lia..hobby travelling yg membuat iri sebagian orang karena pengen seperti mbak.
    Terimakasih mbak sudah berbagi pengalaman mbk yg menjadi suatu pandangan dan pengetahuan untuk saya dan pembaca pd umumnya.
    IG : Zurtum_naima
    Sukses selalu mbk :)

    ReplyDelete
  50. Wahh keren banget mba.Semoga suatu saat saya juga bisa ke sana ya
    IG : momochiyuki

    ReplyDelete
  51. ������
    INSTAGRAM = @Ocaputrie

    ReplyDelete
  52. Keren banget.mknannya bikin ngiler..dulu cuma pernah ke mt.titlis aja. ig @ellyshuang

    ReplyDelete
  53. Keren dan mahaaal hehe
    Ig : @zaf_alfatih

    ReplyDelete
  54. Kereen dan mahaaal
    ig @zaf_alfatih

    ReplyDelete
  55. Omg Kereeeen bgt kaka 😍😍
    Bikin ngiler 😭😭
    Ig.vanessa_vern

    ReplyDelete
  56. nice place and nice trip ��
    Ig : @danurmala

    ReplyDelete
  57. nice place and nice trip ��
    Ig : @danurmala

    ReplyDelete
  58. Aaaa mom keren bgt foto2ny,artikelny..nambah pengetahuan but Org ky aku yg blm pnh ksna hikshiks @dasdaniyal

    ReplyDelete
  59. uh kak djabir bikin ngiri nih jalan jalannya ke eropa

    ReplyDelete
  60. Semoga suatu saat bisa ke swiss bareng Jj dan papi nya ( wish list ) thank you mbakk untuk review yang sangat informative.
    IG : @berlinsenjata

    ReplyDelete
  61. Penulisannya mantap Lia.
    Pengalaman keren, dituliskan dengan apik :)

    ReplyDelete
  62. Maklia, subhanallah keren bgt ��
    Mudah-mudahan bisa terus review tempat2 keren lagi ya
    Ig : @fazzahra30

    ReplyDelete
  63. Dingin banget kayaknya...tapi jadi mau kesana juga karena view-nya keren 😊
    Mbak Lia tolong share tips traveling dengan baby ke tempat dingin seperti itu dong... Terima kasih.

    @irmaduta

    ReplyDelete
  64. Brrrrrr dingin...tapi bikin pengen ke sana juga. View nya keren. Pengalaman berharga juga buat saya yg selama ini hidup di daerah 2 musim 😊 Mbak Lia boleh minta tolong share tips kalo traveling ke tempat dingin seperti ini bareng baby? Thanks ya mbak... @irmaduta

    ReplyDelete
  65. Brrrrrr dingin...tapi bikin pengen ke sana juga. View nya keren. Pengalaman berharga juga buat saya yg selama ini hidup di daerah 2 musim 😊 Mbak Lia boleh minta tolong share tips kalo traveling ke tempat dingin seperti ini bareng baby? Thanks ya mbak... @irmaduta

    ReplyDelete
  66. Brrrrrr dingin...tapi bikin pengen ke sana juga. View nya keren. Pengalaman berharga juga buat saya yg selama ini hidup di daerah 2 musim.
    Mbak Lia boleh minta tolong share tips kalo traveling ke tempat dingin seperti ini bareng baby? Thanks ya mbak... @irmaduta

    ReplyDelete
  67. Ternyata mount blanc itu nama gunung yaaa, gw pikir nama pulpen doang hahaha

    ReplyDelete
  68. Huwaaaaa *mupeng abis*
    Mari berharap suatu saat gaji dibayar pake euro >.<

    ReplyDelete
  69. Jadi mupeng ke Swiss mbaakk.. pemandangannya kereeeennn banget. *belon pernah liat salju soalnya..


    Btw, ini tulisannya puanjaang banget mbaak.. kereen ����

    ReplyDelete

Hi...makasi sudah mampir. Tolong tinggalkan name/url yaa biar bisa saya BW balik. Maaf, Komentar yang berisi link hidup akan saya hapus :) Happy Reading

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...