Sunday, June 19, 2016

Miracle Do Happen

Kapan Titik Terendah di dalam kehidupanmu?


Seperti inilah perasaan saya saat saya berada di titik terendah di dalam kehidupan saya

Buat saya, titik terendah di dalam kehidupan saya saat sudah menikah selama 10 tahun dan belum berhasil hamil juga. Di saat hampir semua kenalan saya yang menikah sudah mempunyai anak bahkan ada yang mempunyai 2-3 anak sedangkan mereka menikah jauh sesudah saya. Walaupun selama itu saya sudah mencoba berbagai cara untuk hamil dari berbagai teknologi kedokteran sampai ala tradisional yang terkadang rasanya tidak masuk akal.

Saat itu, rasanya seperti hal yang mustahil untuk bisa memiliki seorang anak apalagi dua orang anak kembar cewek dan cowok. Tetapi keajaiban bisa terjadi untuk siapapun makhluk Tuhan yang mempercayainya.....walaupun mungkin rasa percaya itu hanya setetes saja.

Kisah saya di mulai 14 tahun yang lalu, tepatnya 20 juni 2002. Saya menikah dengan Willy di usia 24 tahun, usia yang tidak terlalu muda untuk ukuran seorang wanita tapi tidak tua juga. Bisa dibilang usia yang pas matangnya *emangnya makanan :P * Saya pribadi tidak berharap untuk langsung mempunyai anak karena status kami berdua yang masih anak sekolah walaupun kami tidak melakukan pencegahan apapun.



Hari demi hari, bulan berganti bulan datang silih berganti hingga setahun berlalu. Saat itu saya belum terlalu khawatir karena berpikir itu masih hal yang wajar apalagi usia saya yang masih terhitung muda. Lagipula saat itu, teman-teman saya banyak yang belum menikah sehingga membuat saya santai seperti di pantai.

Akhirnya setelah 2 tahun berlalu, rasa khawatir itu mulai datang. Sayapun mulai mencoba berkonsultasi dengan ahlinya, seorang dokter kandungan. Pencarian dokter kandungan ini seperti mencari jodoh saja karena ingin bertemu dengan dokter yang sesuai di hati. Saat itu saya beranggapan, dokter yang kurang berkomunikasi akan menambah rasa khawatir saya dan saya takut akan menambah beban mental saya.

Sudah cukup tekanan mental dari lingkungan yang selalu bertanya kapan hamil dan kenapa belum hamil juga. Belum lagi omongan-omongan orang lain yang selalu mengatakan punya anak itu jangan ditunda. Please dong…sekali dua kali ditanya seperti itu masih tidak masalah, tapi kalau tiap bertemu harus di tanya hal yang sama seperti kaset rusak, rasanya seperti tidak ada pertanyaan lain lagi.

Wanita mana sih yang mau mempunyai kesulitan hamil? Rasa-rasanya hampir semua wanita tidak ingin mempunyai masalah itu. Apalagi yang kantongnya pas-pasan seperti saya karena suami masih melanjutkan sekolahnya dan saya baru memulai karir saya *jadi curcol…hihi emang dari tadi ngapain? :P * secara biaya berobat ke dokter dan tradisional itu lumayan juga biayanya. Mendingan juga dipakai shopping  *wkwk*

Dokter pertama yang saya temui rasanya tidak sreg di hati karena kurang bisa berkomunikasi sehingga tidak bisa menjawab berbagai kekepoan saya, yang mungkin terdengar tidak masuk akal bagi seorang dokter yang sangat berpengalaman. Akhirnya berdasarkan rekomendasi dari teman yang juga seorang dokter kandungan, saya memutuskan ke dokter kandungan ahli infertile yang berada di kota bandung tempat saya dulu tinggal.

Awal saya bertemu muka untuk konsultasi, saya langsung merasa  sreg dengan beliau. Semua pertanyaan saya dijawab dengan baik bahkan pertanyaan yang remeh temeh tapi bisa menenangkan hati saya. Hati saya yang awalnya super galau mulai kembali tenang.

Pemeriksaan demi pemeriksaan saya coba lalui dengan hati tenang dan riang. Saat itu hampir semua pemeriksaan saya lalui seorang diri karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk suami saya meninggalkan kuliahnya yang super padat. Maklum, suami saya baru melanjutkan sekolahnya sebagai seorang dokter spesialis. Jadwal sekolah, jadwal jaga di rumah sakit dan jadwal operasi yang terkadang tidak mengenal waktu, membuatnya sulit untuk meluangkan waktunya menemani saya untuk periksa. Terkadang ada rasa sedih saat melihat wanita lain ditemani oleh suaminya tapi hidup adalah pilihan. Saya bisa memilih untuk bersedih dan ngambek karena suami tidak menemani atau saya menjalaninya seorang diri. Bagaimana pun, suami saya berjuang untuk masa depan kami berdua juga calon anak kami.

Apa yang terjadi pada saya selanjutnya? Ikuti terus dipost berikutnya yaa ;)



16 comments:

  1. ahhhh kak Liaaaa
    baca blog ta seperti
    mengenal lebih dekat kak Lia
    ^_^ sungguh ya manusia dibri perjalanan hidup berbeda2
    inspiring kak Lia.
    keep blogging and share !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you qiah. Smoga semakin banyak org-org yg terinspirasi

      Delete
  2. Ditunggu post berikutnya 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks say...smoga diriku bisa terus posting :)

      Delete
  3. wow, ternyata loe punya bakat terpendam ya, li....kereeen...and salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. bakat terpendam apa sihh...ini hanya curcol yang diungkapkan lewat tulisan

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Lia ditunggu ya cerita lanjutannya hehehe

    ReplyDelete
  6. may your marriage always happy y mba :))

    ReplyDelete
  7. Mbak Lia bener bener IVF survivor yah kayaknya. SElamat yah mbak. Jujur walaupun saya tidak mengalami kesulitan hamil anak pertama, bukan ga mungkin saya mengalami kesulitan buat hamil anak kedua. Setelah membaca tulisan mbak ini saya jadi punya dorongan semangat dan motivasi bila punya kesulitan. Apapun itu, nggak cuma dalam hal kehamilan aja (IG: annekeavrelovey)

    ReplyDelete
  8. menanti episode selanjutnya, mungkin bisa di tiru programnya ^^

    ReplyDelete
  9. Yaah, bersambung..
    Ditunggu lanjutannya :)

    ReplyDelete
  10. Feel you mbak.. :) ngerti bgt rasanya ditanya kapan hamil dan semua pertanyaan yg nyakitin hati begitu :(. Makanya aku ga prnh mw nanya hal yg sama k temen2 yg blm mempunyai anak..

    Penasaran ih baca ceritanya :)..

    ReplyDelete
  11. Ditunggu tulisan berikutnya mbak :)

    ReplyDelete
  12. Hi, Ka Lia. Mendengar langsung dari ka Lia kemarin, maupun membaca di blog tentang cerita ini. Dua2 nya sama2 menyentuh dan membuat saya semangat untuk juga menemukan keajaiban itu. Miracle do happened for those who believe it and search for it. Thank you for sharing Ka Lia.

    ReplyDelete

Hi...makasi sudah mampir. Tolong tinggalkan name/url yaa biar bisa saya BW balik. Maaf, Komentar yang berisi link hidup akan saya hapus :) Happy Reading

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...